Siaran Pers

PPI Curug Perkuat Kolaborasi dan Kesiapsiagaan Keselamatan Penerbangan melalui Volcanic Ash Contingency Plan

SIARAN PERS

Nomor : IP.201/1/19/PPIC/2026

 PPI Curug Perkuat Kolaborasi dan Kesiapsiagaan Keselamatan Penerbangan melalui Volcanic Ash Contingency Plan

 Tangerang, 14 September 2026 — Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug terus memperkuat kontribusinya dalam meningkatkan keselamatan dan ketangguhan transportasi udara nasional. Dalam rangka memperingati Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2026, PPI Curug menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Volcanic Ash Contingency Plan: Upaya Pencapaian Keselamatan Operasi Penerbangan” yang dilaksanakan secara hybrid dari Auditorium PPI Curug.

Kegiatan ini menjadi wadah edukasi dan literasi bagi para pemangku kepentingan sektor penerbangan untuk memperkuat pemahaman, kesiapsiagaan, serta koordinasi dalam menghadapi potensi dampak abu vulkanik terhadap operasi penerbangan. Kegiatan tersebut menghadirkan Dr. M. Arif Munandar, M.Si., Meteorologist/Aviation Weather Specialist dari Direktorat Meteorologi Penerbangan BMKG, serta Elfi Amir, SSiT., SE., MM., Kepala Program Studi D-III Penerangan Aeronautika PPI Curug sekaligus narasumber.

Mengangkat isu yang sangat relevan dengan karakteristik Indonesia sebagai negara dengan banyak gunung api aktif, kegiatan ini menempatkan keselamatan penerbangan sebagai prioritas utama. Abu vulkanik dapat terbawa angin dan menyebar hingga ke wilayah yang jauh dari sumber erupsi, sehingga diperlukan sistem informasi, pemantauan, komunikasi, dan pengambilan keputusan yang tepat untuk memastikan operasional penerbangan tetap mengutamakan keselamatan.

Dalam paparannya, Dr. M. Arif Munandar, M.Si. membahas peran meteorologi penerbangan dalam mendukung keselamatan operasi melalui pemantauan dan prakiraan abu vulkanik. Materi yang disampaikan menggambarkan bagaimana informasi dapat dibangun dari berbagai sumber, mulai dari satelit Himawari, pengamatan gunung api, laporan pilot, hingga data meteorologi, kemudian diolah menjadi informasi yang dapat mendukung keputusan operasional. Materi tersebut juga memperkenalkan rangkaian proses dari observation, analysis, forecast, hingga support decision sebagai bagian dari dukungan meteorologi penerbangan.

Sementara itu, Elfi Amir, SSiT., SE., MM. menyoroti pentingnya mekanisme informasi dan koordinasi dalam penanganan dampak abu vulkanik terhadap operasi penerbangan. Materi yang disampaikan menekankan bahwa keselamatan tidak hanya bergantung pada satu institusi, tetapi membutuhkan kolaborasi multi-stakeholder antara regulator, BMKG, penyelenggara navigasi penerbangan, operator bandar udara, maskapai, pilot, dan pihak terkait lainnya.

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui mekanisme “From Information to Action”, yang mencakup deteksi dan pemantauan, analisis dan validasi, koordinasi antarinstansi, diseminasi informasi, tindakan operasional, hingga evaluasi dan pemulihan. Pendekatan ini menunjukkan bahwa informasi yang akurat akan memiliki nilai yang semakin besar ketika dapat disampaikan kepada pihak yang tepat pada waktu yang tepat dan diterjemahkan menjadi keputusan operasional yang tepat.

Direktur PPI Curug, Capt. Megi H. Helmiadi yang diwakili oleh Wakil Direktur I Ego Widoro, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi sekaligus bentuk kontribusi PPI Curug terhadap peningkatan keselamatan transportasi. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran penting untuk menghubungkan pengetahuan dan keilmuan dengan kebutuhan nyata masyarakat serta industri. “Perguruan tinggi tidak boleh hanya menjadi tempat menghasilkan pengetahuan, tetapi harus mampu menghubungkan pengetahuan tersebut dengan kebutuhan nyata masyarakat dan industri.”

Lebih dari sekadar membahas potensi risiko, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk membangun safety mindset, kemampuan koordinasi, pengambilan keputusan, dan kesiapan menghadapi kondisi abnormal maupun emergency. PPI Curug mendorong agar pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam bentuk kesiapsiagaan, prosedur, koordinasi, dan tindakan nyata di lapangan.

Menariknya, materi kegiatan juga menunjukkan bahwa perkembangan teknologi membuka peluang yang semakin besar dalam memperkuat sistem keselamatan penerbangan. Pemanfaatan data real-time, satellite-based monitoring, GNSS, meteorological information, aviation information systems, artificial intelligence, serta integrated information sharing dinilai memiliki potensi untuk meningkatkan kemampuan early warning dan pengambilan keputusan.

Hal tersebut sejalan dengan konsep Collaborative Decision Making (CDM) dan Integrated Web-Based Aeronautical Information System Handling (I-WISH) yang diperkenalkan dalam materi. Konsep tersebut menempatkan pertukaran informasi dan common situational awareness sebagai fondasi untuk menghasilkan keputusan operasional yang lebih terkoordinasi, sehingga berbagai pihak dapat memiliki pemahaman situasi yang sama dalam merespons potensi gangguan akibat abu vulkanik.

Kegiatan PkM ini juga memperlihatkan pentingnya sinergi antara pemerintah, regulator, BMKG, penyelenggara navigasi penerbangan, operator bandar udara, maskapai, akademisi, dan masyarakat. Kolaborasi lintas sektor tersebut menjadi kekuatan penting dalam membangun sistem keselamatan penerbangan yang lebih tangguh dan adaptif.

Bagi PPI Curug, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata komitmen untuk terus menghadirkan knowledge for society, technology for safety, and education for resilience. Melalui penguatanliterasi, pertukaran pengalaman, dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, PPI Curug berupaya memastikan bahwa keilmuan yang berkembang di lingkungan perguruan tinggi dapat memberikan manfaat langsung bagi peningkatan keselamatan transportasi udara.

Ke depan, Volcanic Ash Contingency Plan diharapkan tidak berhenti sebagai dokumen perencanaan, tetapi berkembang menjadi sebuah sistem yang terus diuji, dievaluasi, dan diperbarui sesuai perkembangan teknologi serta dinamika operasional penerbangan. Dengan kesiapsiagaan yang semakin kuat, pertukaran informasi yang semakin baik, dan kolaborasi yang semakin erat, Indonesia dapat membangun ekosistem penerbangan yang lebih aman, tangguh, adaptif, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Melalui momentum Harhubnas 2026, PPI Curug menegaskan kembali komitmennya untuk terus berkontribusi dalam membangun sumber daya manusia dan ekosistem transportasi yang mengedepankan keselamatan. Dari informasi yang tepat, lahir keputusan yang tepat; dari kolaborasi yang kuat, terwujud penerbangan Indonesia yang semakin aman dan tangguh.

#BijakBermobilitas

#MenghubungkanIndonesia

#HUT81KemerdekaanRI

#SIPENCATAR2026

#PPICurug

#PROPRESTASI

#PengabdiankepadaMasyarakat

 

Instagram : ppicurug.official

Youtube : ppicurug.official

Tiktok : @ppic.official

Website : https://ppicurug.ac.id

 

 

Bagikan: