Program studi vokasi unggulan di Politeknik Penerbangan Indonesia Curug — mencetak ahli operasional bandar udara yang profesional, kompeten, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Program Studi Operasi Bandar Udara (OBU) merupakan program pendidikan vokasi yang mempersiapkan taruna menjadi tenaga profesional, kompeten, dan berintegritas dalam penyelenggaraan operasional bandar udara. Melalui pembelajaran teori dan praktik, taruna dibekali pengetahuan, keterampilan, serta sikap profesional yang sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan industri penerbangan.
Kompeten dalam Operasi, Profesional dalam Pelayanan, Berintegritas dalam Menjalankan Tugas.
Program Studi Operasi Bandar Udara merupakan salah satu program studi vokasi yang berada di Politeknik Penerbangan Indonesia Curug. Kekhususan program studi ini adalah untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi di bidang pengoperasian bandar udara sesuai dengan Civil Aviation Safety Regulation Part 139 (CASR 139) dan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor : PM 37 Tahun 2021 Tentang Personel Bandar Udara serta peraturan lain yang berlaku. Meliputi kompetensi :
Selain itu, Program Studi Operasi Bandar Udara juga memiliki kekhususan pada bidang Keamanan Penerbangan sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor : KM 40 Tahun 2024 tentang Program Pendidikan dan Pelatihan Keamanan Penerbangan Nasional. Meliputi kompetensi :
Untuk mewujudkan lulusan yang diharapkan, program studi menyusun kurikulum dengan mempertimbangkan regulasi dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta Kementerian Perhubungan, masukan dari stakeholder (industri penerbangan/bandar udara), asosiasi profesi, ikatan alumni, dan program studi sejenis. Kurikulum dirancang untuk memberikan keseimbangan antara penguasaan pengetahuan, keterampilan teknis, kemampuan manajerial, serta sikap profesional dan berintegritas dalam melaksanakan kegiatan operasional bandar udara.
Lulusan program studi akan mendapatkan ijazah yang diakui oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta sertifikat kompetensi di bidang operasional bandar udara yang diakui oleh Kementerian Perhubungan sesuai dengan ketentuan dan persyaratan yang berlaku bagi personel bandar udara.
Menjadi Pusat Unggulan Pendidikan Vokasi, Riset Terapan dan Pengabdian Kepada Masyarakat Bidang Operasi Bandar Udara yang Mandiri, Berstandar Nasional dan Internasional.
Kurikulum OBU dirancang berbasis kompetensi dengan perbandingan praktikum yang lebih besar daripada teori, sehingga lulusan benar-benar siap terjun ke dunia industri.
* Kurikulum dapat disesuaikan dengan perkembangan industri dan regulasi terbaru.
Lulusan Program Operasi Bandar Udara memiliki kompetensi yang siap pakai di dunia industri penerbangan dan bidang terkait.
Melakukan pengendalian, pengawasan fasilitas, dan penjaminan performansi pelayanan Operasional Bandar Udara
Melakukan tugas dan fungsi penjagaan pemeriksaan keamanan penerbangan.
Melakukan pengawasan dan pelayanan pergerakan sisi udara.
Melakukan penyiapan bahan perencanaan, pengontrolan barang dan jasa serta pergudangan.
Berbagai fasilitas penunjang pembelajaran dan praktik tersedia untuk mendukung kompetensi Taruna OBU.
Lulusan OBU memiliki peluang karier yang luas di industri penerbangan, terkait lainnya.
Taruna mendapatkan pembekalan kompetensi dasar keamanan penerbangan sebagai *Aviation Security Guard*, yang mendukung pelaksanaan fungsi penjagaan dan pengamanan di lingkungan bandar udara. Pembelajaran menekankan pemahaman terhadap prinsip keamanan penerbangan, prosedur pengamanan, kewaspadaan, serta tanggung jawab dalam menjaga keamanan operasional bandar udara.
Taruna dibekali kompetensi awal sebagai *Aviation Security Screener*, dengan fokus pada pelaksanaan pemeriksaan keamanan penerbangan secara sistematis dan sesuai prosedur. Kompetensi ini mencakup pemahaman proses pemeriksaan terhadap penumpang, barang, dan objek terkait penerbangan serta penggunaan peralatan pemeriksaan keamanan dalam mendukung terciptanya lingkungan bandar udara yang aman dan terlindungi.
Taruna dipersiapkan untuk memahami dan melaksanakan pelayanan pergerakan di area sisi udara (airside) dengan mengedepankan keselamatan, ketertiban, ketepatan prosedur, serta koordinasi antarunit operasional. Kompetensi ini menjadi bagian penting dalam memastikan setiap aktivitas di sisi udara berlangsung secara terkoordinasi dan mendukung kelancaran operasional penerbangan.
Taruna dibekali kemampuan dalam pelayanan dan pengoperasian garbarata (Passenger Boarding Bridge) sebagai salah satu fasilitas penting dalam proses pelayanan penumpang. Kompetensi ini mencakup penerapan prosedur operasional dan keselamatan untuk memastikan proses embarkasi dan debarkasi berlangsung secara aman, nyaman, tertib, dan efisien.
Taruna memperoleh kompetensi dalam melaksanakan pemanduan dan penempatan pesawat pada aircraft stand, mencakup pesawat fixed wing dan rotary wing. Taruna juga diperkenalkan dengan pemanfaatan *Advanced Visual Docking Guidance System (A-VDGS)* sebagai teknologi pendukung dalam proses aircraft docking. Kompetensi ini menuntut ketelitian, komunikasi, koordinasi, dan pemahaman terhadap prosedur keselamatan di area apron.
Mengajar dan melatih generasi baru di bidang operasil bandar udara.
Program Studi OBU menjalin kemitraan strategis dengan berbagai industri penerbangan dan perusahaan terkait untuk mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa.
Program studi Operasi Bandar Udara melakukan kerjasama dengan industri dalam aspek Pemenuhan Kebutuhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia di bidang jasa bandar udara.
Mitra utama dalam pengembangan SDM jasa bandar udara
Berbagai kegiatan praktik, pelatihan, dan pengembangan diri yang diikuti oleh Taruna OBU selama masa studi.
Apa kata para alumni OBU tentang pengalaman mereka di Program Studi Operasi Bandar Udara.
""
"Selain akademisi, Prodi OBU juga menghadirkan dosen praktisi yang merupakan ahli dalam bidangnya khususnya dalam kebandarudaraan. Selain belajar teori di dalam ruangan, kami diajak mengenal dan praktik langsung dalam program site visit & On The Job Training (OJT). Terlebih saya berkesempatan menjalani International Internship Program di Kuala Lumpur International Airport (KUL)."