

Siaran Pers
Nomor: IP.201/1/16/PPIC/2026
PPI Curug Wisuda 127 Perwira Transportasi: Siap Mengabdi Untuk Negeri Dan Menghubungkan Nusantara
Curug, 27 Agustus 2026 — Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug kembali melepas generasi baru insan transportasi udara melalui Upacara Wisuda Perwira Transportasi Udara Tahun Akademik 2025/2026 yang digelar di Hanggar 1 PPI Curug, Kamis (27/8/2026).
Sebanyak 127 wisudawan dari lima program studi resmi dilantik menjadi Perwira Transportasi dengan mengusung tema “Perwira Transportasi Unggul, Mengabdi untuk Negeri, Menghubungkan Nusantara.” Momentum ini bukan sekadar penanda berakhirnya masa pendidikan, melainkan titik awal bagi para lulusan untuk mengabdikan kompetensi, integritas, dan profesionalismenya bagi kemajuan transportasi Indonesia.
Para lulusan berasal dari Program Studi Penerbang Sarjana Terapan Angkatan 8, Teknik Pesawat Udara Sarjana Terapan Angkatan 17, Teknik Navigasi Udara Sarjana Terapan Angkatan 30, Pertolongan Kecelakaan Pesawat Diploma III Angkatan 17, serta Operasi Bandar Udara Diploma III Angkatan 19A dan 19B.
Wisuda Bukan Akhir, Melainkan Awal Pengabdian
Dalam amanatnya, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDM Perhubungan), Bapak Suharto, ATD., M.M. menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan, melainkan awal bagi para lulusan untuk membuktikan kompetensi dan memberikan kontribusi nyata di dunia kerja.
“Tiga tahun, empat tahun adalah waktu yang singkat. Yang sebenarnya adalah bagaimana nanti Anda bisa berkiprah dalam dunia nyata, dalam dunia pekerjaan yang membutuhkan kompetensi,” ujarnya.
Menghadapi perkembangan teknologi dan dinamika industri penerbangan yang semakin kompleks, para lulusan dituntut untuk terus belajar, mampu beradaptasi, serta membangun kolaborasi. Menurutnya, tantangan transportasi tidak dapat diselesaikan secara individual, melainkan membutuhkan kekuatan bersama antara pemerintah, dunia pendidikan, industri, dan para profesional transportasi.
“Tidak ada yang namanya super power, tidak ada namanya Superman. Yang ada adalah super team. Oleh karena itu, kerja sama dan kolaborasi sangat dibutuhkan,” tegasnya.
Di atas seluruh kompetensi tersebut, ia menekankan pentingnya kerendahan hati, rasa hormat kepada orang tua dan keluarga, semangat untuk terus belajar, serta integritas dalam menjalankan setiap amanah. Para perwira diminta menjadikan ikrar yang telah diucapkan bukan sekadar bagian dari prosesi wisuda, tetapi sebagai komitmen yang dibawa sepanjang perjalanan pengabdian.
“Di manapun Anda bertugas, integritas itu harus selalu dijaga dengan baik, karena ikrar adalah merupakan janji Anda dengan Yang Maha Kuasa,” pesannya.
Pesan tersebut menjadi bekal moral bagi 127 perwira yang hari ini dilepas PPI Curug: kompetensi membuka jalan, kolaborasi memperkuat langkah, tetapi integritaslah yang menentukan nilai pengabdian.
Apresiasi bagi Lulusan Terbaik
Sebagai bentuk penghargaan atas prestasi dan keteladanan selama menjalani pendidikan, PPI Curug memberikan penghargaan kepada lulusan terbaik pada kelompok Sarjana Terapan dan Diploma III.
Kelompok Sarjana Terapan:
- Adhipramana Dirgantara: Yusuf Maulana — D-IV Penerbang Angkatan 8.
- Adhiwignya Dirgantara: I Nyoman Agus Bhudi P. — D-IV TLB Angkatan 24.
- Adhibrata Dirgantara: Raihan Nugraha — D-IV TNU Angkatan 30.
- Adhirajasa Dirgantara: Muhammad Farhan Budiyanto — D-IV TLB Angkatan 24.
Kelompok Diploma III:
- Adhipramana Dirgantara: Kevin Rheinald Sulu — D-III PKP Angkatan 17.
- Adhiwignya Dirgantara: I Gede Tantra Jaya M. — D-III OBU Angkatan 19B.
- Adhibrata Dirgantara: Ni Wayan Gasela Mandala P. — D-III OBU Angkatan 19A.
- Adhirajasa Dirgantara: Syeh Al’Fathir Sya’fi Saher — D-III PKP Angkatan 17.
Menguatkan Kemitraan untuk Membangun SDM Transportasi
Perjalanan para lulusan menuju dunia profesional tidak berdiri sendiri. PPI Curug terus membangun kemitraan strategis untuk memastikan pendidikan vokasi memiliki keterhubungan yang kuat dengan kebutuhan industri sekaligus membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi masyarakat.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan dua Perjanjian Kerja Sama (PKS) oleh Direktur PPI Curug, Capt. Megi Hudi Helmiadi, yang disaksikan oleh Kepala BPSDM Perhubungan dan Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara.
Kerja sama pertama dengan PT Peruri Wira Timur mencakup layanan digital security dan legalitas dokumen akademik, termasuk ijazah dan sertifikat kompetensi. Kerja sama kedua dengan Yayasan Bina Taruna Indonesia Bumi Cendrawasih Semarang berfokus pada penyediaan beasiswa pendidikan tinggi bagi masyarakat Papua.
Kedua kerja sama tersebut merepresentasikan dua aspek penting dalam pembangunan sumber daya manusia: memastikan lulusan memiliki ekosistem profesional yang mendukung dan memastikan semakin banyak putra-putri daerah memperoleh kesempatan untuk menempuh pendidikan berkualitas.
Bagi PPI Curug, kemitraan bukan sekadar penandatanganan dokumen, melainkan upaya membangun ekosistem pendidikan yang saling terhubung antara lembaga pendidikan, pemerintah, industri, dan masyarakat.
Dari Kampus Menuju Dunia Industri
Penguatan kemitraan tersebut kemudian diwujudkan secara konkret melalui penyerahan lulusan kepada mitra industri, yang menjadi salah satu simbol penting dalam rangkaian wisuda.
Pada kesempatan tersebut, PT JAS Aero Engineering menerima tujuh lulusan Program Studi Teknik Pesawat Udara yang telah melalui proses seleksi pada 14 Juli–20 Agustus 2026. Penyerahan tersebut dilanjutkan dengan penandatanganan kontrak kerja secara simbolis oleh Muhammad Daffa.
Prosesi ini menandai perpindahan peran: dari peserta didik menjadi profesional. Pengetahuan dan keterampilan yang selama ini dibangun melalui pembelajaran, praktik, simulasi, dan pembentukan karakter di PPI Curug kini memasuki tahap pembuktian di dunia kerja.
Lebih dari sekadar penyerapan tenaga kerja, penyerahan lulusan merupakan bentuk kepercayaan industri terhadap kualitas sumber daya manusia yang dihasilkan PPI Curug. Pada saat yang sama, hal ini menjadi tanggung jawab bagi para lulusan untuk menjaga nama baik almamater melalui kinerja, profesionalisme, keselamatan, dan integritas.
Hubungan tersebut membentuk sebuah siklus yang berkelanjutan: pendidikan menyiapkan kompetensi, industri memberikan ruang pengabdian, dan pengalaman di lapangan menjadi masukan untuk terus memperkuat pendidikan.
Dengan demikian, keberhasilan PPI Curug tidak hanya diukur dari berapa banyak lulusan yang dihasilkan, tetapi juga dari seberapa jauh para lulusan mampu hadir dan memberikan nilai di tengah kebutuhan nyata sektor transportasi.
Menerima Generasi Baru, Melanjutkan Estafet
Jika penyerahan lulusan menjadi simbol perjalanan dari kampus menuju dunia profesional, maka penerimaan taruna baru menjadi simbol dimulainya perjalanan generasi berikutnya.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Administração de Aeroportos e Navegação Aérea de Timor-Leste, E.P. bersama FDCH Timor-Leste menyerahkan lima taruna Program Studi D-III Teknik Mekanikal Bandar Udara dan lima taruna Program Studi D-III Operasi Bandar Udara untuk menempuh pendidikan di PPI Curug.
Sementara itu, Yayasan Binterbusih Semarang menyerahkan dua taruna Program Studi D-III Pertolongan Kecelakaan Pesawat dan dua taruna Program Studi D-III Operasi Bandar Udara asal Papua.
Penerimaan taruna baru dari mitra merupakan wujud kepercayaan sekaligus amanah bagi PPI Curug. Mereka datang membawa harapan keluarga, daerah, dan institusi yang mempercayakan masa depan pendidikan mereka kepada PPI Curug.
Kehadiran taruna dari Timor-Leste dan Papua juga memperlihatkan bahwa pembangunan sumber daya manusia transportasi memiliki dimensi yang lebih luas. Konektivitas tidak hanya dibangun melalui bandar udara, pesawat, dan teknologi, tetapi terlebih dahulu melalui manusia yang memiliki kompetensi untuk mengoperasikan, menjaga, dan mengembangkan sistem transportasi tersebut.
Dari sinilah estafet pendidikan terus berjalan. Ketika satu generasi dilepas untuk mengabdi, generasi berikutnya datang untuk dipersiapkan.
Dari Curug untuk Nusantara
Semangat pengabdian tersebut turut divisualisasikan melalui atraksi flypass oleh mentor flight PPI Curug dengan dukungan PT JAS Aero Engineering.
Flypass bukan sekadar atraksi dalam rangkaian seremoni. Pergerakan pesawat yang melintas di atas Hanggar 1 merepresentasikan nilai-nilai yang menjadi fondasi penerbangan: kompetensi, disiplin, ketepatan, koordinasi, dan keselamatan.
Di balik sebuah penerbangan terdapat kerja kolektif dari berbagai insan transportasi. Setiap keputusan, koordinasi, dan prosedur memiliki peran dalam memastikan sebuah penerbangan berlangsung aman dan selamat.
Karena itu, flypass menjadi simbol perjalanan para lulusan PPI Curug—dari ruang pendidikan menuju ruang pengabdian, dari kompetensi menuju tanggung jawab, dan dari Curug menuju berbagai penjuru Nusantara.
Pesawat yang mengudara juga menjadi gambaran dari cita-cita besar transportasi Indonesia: menjangkau wilayah yang luas, memperkuat konektivitas antardaerah, membuka akses terhadap berbagai peluang, serta menghubungkan masyarakat melalui transportasi udara yang aman, selamat, dan andal.
Wisuda 127 Perwira Transportasi PPI Curug pada akhirnya bukan hanya tentang melepas sebuah angkatan. Momentum ini menggambarkan satu siklus besar pembangunan sumber daya manusia transportasi: lulusan dilepas menuju dunia profesional, kemitraan diperkuat untuk membuka ruang pengabdian, dan generasi baru diterima untuk melanjutkan proses pendidikan.
Rangkaian kegiatan juga diwarnai dengan yel-yel persembahan wisudawan, prosesi perwujudan tanda kesetiaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui penciuman Bendera Merah Putih yang diiringi lagu “Indonesia Pusaka”, serta Passing Out Parade yang mengantarkan para perwira melewati jajaran kehormatan pimpinan dan pimpinan program studi PPI Curug dengan iringan lagu “Auld Lang Syne”.
Kemeriahan dilengkapi dengan penampilan Tari Tabola Bole oleh para wisudawan dan atraksi Drum Corps Gema Cewama Eka Tayai, sebelum rangkaian kegiatan ditutup dengan pelepasan pet secara simbolis dan foto bersama sivitas akademika serta tamu undangan.
Dari Curug, para perwira akan melangkah menuju berbagai ruang pengabdian. Ada yang akan menerbangkan pesawat, menjaga kelaikudaraan, memastikan navigasi berlangsung aman, menangani keadaan darurat, dan mengelola operasional bandar udara. Masing-masing memiliki tugas yang berbeda, tetapi membawa tujuan yang sama: memberikan pelayanan transportasi yang aman, selamat, profesional, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Sementara itu, para taruna baru memulai langkahnya dari titik yang sama—membawa harapan keluarga, daerah, institusi, dan negara yang kelak akan mereka layani. Inilah visualisasi dari makna “Perwira Transportasi Unggul, Mengabdi untuk Negeri, Menghubungkan Nusantara.” Sebuah tema yang tidak berhenti sebagai slogan, tetapi menjadi panggilan untuk mengubah ilmu menjadi pengabdian, kompetensi menjadi kontribusi, dan pendidikan menjadi kekuatan bagi konektivitas Indonesia.
PPI Curug berkomitmen untuk terus mencetak sumber daya manusia transportasi yang unggul, kompeten, berintegritas, adaptif, dan berdaya saing—membangun manusia yang mampu menjaga keselamatan, menggerakkan konektivitas, dan membawa Indonesia semakin terhubung.
Dari Curug, untuk Indonesia. Dari kompetensi, menjadi pengabdian. Dari satu generasi, menuju generasi berikutnya.
#MenghubungkanIndonesia
#HUT81KemerdekaanRI
#BijakBermobilitas
#SIPENCATAR2026
#PPICurug
#PROPRESTASI
#WispaCurug2026
Instagram: ppicurug.official
YouTube: ppicurug.official
TikTok: @ppic.official
Website : https://ppicurug.ac.id