Siaran Pers

PPI Curug Perkuat Kerja Sama Regional melalui ICAO ASTC Crisis Management Workshop 2026

Siaran Pers

Nomor : IP.201/1/13/PPIC/2026
PPI Curug Perkuat Kerja Sama Regional melalui ICAO ASTC Crisis Management Workshop 2026

   
     

Bali, 14 Agustus 2026 – Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug melalui ICAO Aviation Security Training Centre (ASTC) Jakarta berhasil menyelenggarakan ICAO ASTC Crisis Management Workshop 2026 pada 10–14 Agustus 2026 di Bali, Indonesia. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen PPI Curug dalam memperkuat kompetensi sumber daya manusia penerbangan sekaligus membangun jejaring dan kerja sama regional di bidang keamanan penerbangan.

Workshop tersebut mempertemukan para profesional dan praktisi penerbangan dari sembilan negara dan wilayah di kawasan Asia-Pasifik, yaitu Macao (China), Indonesia, Lao PDR, Malaysia, Papua New Guinea, Filipina, Singapura, Sri Lanka, dan Thailand. Keberagaman latar belakang peserta menjadi kekuatan tersendiri dalam menciptakan ruang pembelajaran yang kaya akan pengalaman, perspektif, serta praktik terbaik dari berbagai organisasi dan negara.

Kegiatan dibuka pada 10 Agustus 2026 dengan sambutan yang disampaikan oleh Wakil Direktur II PPI Curug, Bapak I Wayan Juliarta mewakili Direktur PPI Curug. Dalam sambutannya, PPI Curug menegaskan pentingnya penguatan kapasitas dalam menghadapi lingkungan penerbangan yang semakin kompleks dan saling terhubung.

Crisis management requires not only technical expertise but also effective coordination, communication, and mutual trust among aviation stakeholders across borders. No single organization or country can address these challenges alone,” ujar Wakil Direktur II PPI Curug.

Selama lima hari pelaksanaan, peserta mengikuti rangkaian pembelajaran, diskusi, pertukaran pengalaman, dan aktivitas yang dirancang untuk memperkuat pemahaman mengenai crisis management dalam konteks keamanan penerbangan. Interaksi antarpeserta dari berbagai negara memberikan kesempatan untuk membandingkan pendekatan, berbagi pengalaman operasional, serta mengidentifikasi praktik yang dapat diterapkan dalam menghadapi berbagai potensi krisis di lingkungan penerbangan.

Rangkaian kegiatan juga menekankan pentingnya koordinasi, komunikasi, pengambilan keputusan, dan kolaborasi antarpemangku kepentingan sebagai elemen penting dalam pengelolaan krisis. Dengan demikian, crisis management tidak hanya dipandang sebagai kemampuan untuk merespons ketika suatu krisis telah terjadi, tetapi juga sebagai proses yang membutuhkan kesiapsiagaan dan tindakan proaktif untuk mengantisipasi serta memitigasi risiko sejak dini.

Sebagai ICAO Aviation Security Training Centre (ASTC), PPI Curug melalui ASTC Jakarta terus berupaya menghadirkan program pengembangan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan sektor penerbangan serta selaras dengan perkembangan lingkungan keamanan penerbangan internasional. Penyelenggaraan workshop ini juga menjadi bagian dari kontribusi PPI Curug dalam mendukung implementasi ICAO Standards and Recommended Practices (SARPs) sekaligus memperkuat jejaring profesional aviation security di kawasan Asia-Pasifik.

Selama kegiatan, peserta mendapatkan pendampingan dari Mrs. Namita Subramanian dan Ms. Tuti Handayani selaku instruktur. Keduanya berbagi pengetahuan, pengalaman, dan perspektif praktis yang memperkaya proses pembelajaran serta mendorong peserta untuk menghubungkan materi workshop dengan tantangan yang dihadapi di lingkungan kerja masing-masing.

PPI Curug menyampaikan apresiasi kepada International Civil Aviation Organization (ICAO) atas kepercayaan dan dukungan yang terus diberikan kepada ASTC Jakarta dalam menyelenggarakan program pelatihan berstandar internasional. Kepercayaan tersebut menjadi motivasi bagi PPI Curug untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan serta memperluas kontribusi dalam pengembangan sumber daya manusia penerbangan di tingkat regional.

Apresiasi juga disampaikan kepada PT Angkasa Pura Indonesia atas dukungan dan kontribusinya dalam mendukung penyelenggaraan workshop. Kolaborasi tersebut turut menciptakan lingkungan pembelajaran yang kondusif sekaligus memperkuat sinergi antara lembaga pendidikan dan pelatihan penerbangan dengan pemangku kepentingan industri.

Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan pada 14 Agustus 2026, ICAO ASTC Crisis Management Workshop 2026 tidak hanya meninggalkan pengetahuan dan pengalaman baru bagi para peserta, tetapi juga memperkuat hubungan profesional di antara aviation security practitioners di kawasan Asia-Pasifik. Jejaring yang terbentuk diharapkan dapat menjadi modal bagi pertukaran pengetahuan dan kerja sama yang berkelanjutan di masa mendatang.

Melalui penyelenggaraan program internasional seperti ini, PPI Curug terus memperkuat perannya sebagai institusi pengembangan sumber daya manusia penerbangan yang terbuka terhadap kolaborasi, adaptif terhadap perkembangan industri, dan berorientasi pada peningkatan keselamatan serta keamanan penerbangan.

#BijakBermobilitas
#MenghubungkanIndonesia
#HUT81KemerdekaanRI
#SIPENCATAR2026
#PPICurug
#PROPRESTASI

Instagram: ppicurug.official
YouTube: ppicurug.official
TikTok: @ppic.official
Website: https://ppicurug.ac.id

Bagikan: