Siaran Pers
Nomor: IP.201/1/15/PPIC/2026
PPI Curug Kukuhkan Perwira Transportasi Unggul: Mengabdi Untuk Negeri, Menghubungkan Nusantara

Curug, 26 Agustus 2026 — Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug kembali menegaskan perannya dalam menyiapkan sumber daya manusia transportasi melalui Sidang Senat Terbuka Yudisium Program Diploma dan Wisuda Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Tahun 2026 yang diselenggarakan pada Rabu, 26 Agustus 2026.
Mengusung tema “Perwira Transportasi Unggul, Mengabdi untuk Negeri, Menghubungkan Nusantara”, kegiatan ini menjadi penanda selesainya proses pendidikan sekaligus dimulainya perjalanan profesional para lulusan di berbagai sektor transportasi.
Sebanyak 200 lulusan dikukuhkan, terdiri atas 127 yudisiawan Program Diploma dan 73 wisudawan Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Para lulusan berasal dari berbagai bidang kompetensi yang akan memperkuat ekosistem penerbangan dan transportasi nasional.
Dalam sambutan Direktur PPI Curug yang dibacakan oleh Wakil Direktur I PPI Curug, Dr. Dhian Supardam, S.E., M.M., disampaikan bahwa kelulusan merupakan awal dari penerapan kompetensi yang telah diperoleh selama proses pendidikan ke dalam dunia kerja dan pengabdian profesional.
“Wisuda bukanlah akhir dari sebuah perjalanan pendidikan. Wisuda adalah awal dari perjalanan pengabdian yang sesungguhnya.” – Wakil Direktur I PPI Curug
Pesan tersebut menegaskan bahwa kompetensi yang diperoleh selama pendidikan harus diwujudkan melalui pelaksanaan tugas, profesionalisme, integritas, dan tanggung jawab, khususnya dalam sektor transportasi yang menempatkan keselamatan dan pelayanan publik sebagai bagian penting dari penyelenggaraan layanan.
Lulusan yang Siap Bertugas di Berbagai Wilayah Indonesia
Bagi lulusan Program Diploma melalui Pola Pembibitan, kelulusan tahun ini menandai kesiapan mereka untuk memasuki dunia kerja sebagai bagian dari sumber daya manusia Kementerian Perhubungan di sektor transportasi udara.
Sesuai dengan pola penugasannya, para lulusan akan ditempatkan pada berbagai instansi dan unit kerja Kementerian Perhubungan yang menyelenggarakan pelayanan, pengawasan, dan operasional di bidang transportasi udara di berbagai wilayah Indonesia. Penempatan tersebut disesuaikan dengan bidang kompetensi dan kebutuhan organisasi. Sebagian lulusan akan menjalankan tugas pada unit penyelenggara bandar udara dan mendukung operasional transportasi udara di berbagai daerah. Lulusan lainnya akan mengisi kebutuhan sumber daya manusia pada berbagai unit kerja di lingkungan sektor transportasi udara sesuai dengan bidang dan kompetensi masing-masing.
Penempatan para lulusan di berbagai wilayah Indonesia menjadi bagian dari pemenuhan kebutuhan sumber daya manusia transportasi udara. Kompetensi yang diperoleh selama pendidikan akan diterapkan secara langsung dalam mendukung penyelenggaraan transportasi udara, mulai dari aspek operasional, keselamatan, keamanan, pengawasan, hingga pelayanan kepada masyarakat. Bagi lulusan Pola Pembibitan, kelulusan menjadi titik awal untuk memasuki lingkungan kerja dan menjalankan tugas sebagai bagian dari aparatur dan insan transportasi di lingkungan Kementerian Perhubungan.
Sementara itu, lulusan Program Diploma melalui Jalur Mandiri memasuki dunia kerja dengan bekal kompetensi akademik dan profesional yang telah diperoleh selama pendidikan. Sebagian lulusan telah diterima dan memulai langkah profesionalnya di berbagai perusahaan dan sektor industri. Sementara itu, lulusan lainnya memasuki pasar kerja sesuai dengan bidang kompetensi yang ditekuni.
Hal tersebut menunjukkan keterhubungan antara pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia kerja. Pendidikan tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang memiliki pengetahuan dan keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi, perubahan kebutuhan industri, serta dinamika sistem transportasi.
Transformasi Kompetensi untuk Ekosistem Penerbangan Masa Depan
Dalam orasi ilmiah yang disampaikan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Dr. Achmad Setiyo Prabowo, S.T., M.T., disampaikan bahwa transformasi kompetensi sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem penerbangan Indonesia yang selamat, unggul, adaptif, dan berdaya saing global.
Mengangkat tema “Transformasi Kompetensi Sumber Daya Manusia dalam Mewujudkan Ekosistem Penerbangan Indonesia yang Selamat, Unggul, Adaptif, dan Berdaya Saing Global”, Dr. Achmad Setiyo Prabowo menjelaskan bahwa perkembangan teknologi, otomatisasi, artificial intelligence, big data, digitalisasi, serta meningkatnya kompleksitas operasi penerbangan telah mengubah kebutuhan kompetensi sumber daya manusia.
Dalam ekosistem penerbangan modern, kompetensi tidak cukup hanya diukur dari kemampuan teknis. SDM penerbangan juga harus mampu memahami keselamatan sebagai sebuah sistem, mengelola faktor manusia, memanfaatkan teknologi dan data secara tepat, memberikan pelayanan yang berkualitas, serta mampu bekerja dalam lingkungan yang mengacu pada standar internasional.
Orasi ilmiah tersebut mengangkat gagasan One Aviation Competency Framework, yaitu kerangka pengembangan kompetensi yang menempatkan berbagai profesi penerbangan dalam satu ekosistem yang saling terhubung. Kerangka tersebut mencakup enam pilar utama, yaitu technical competency, safety competency, human factors competency, digital competency, service competency, dan global competency.
Kompetensi teknis tetap menjadi fondasi utama sesuai bidang profesi masing-masing. Namun, kompetensi tersebut perlu dilengkapi dengan kemampuan mengenali dan mengelola risiko, memahami human factors, memanfaatkan teknologi dan data, serta mengambil keputusan secara tepat dalam lingkungan operasional yang semakin kompleks.
Transformasi digital juga menuntut personel penerbangan untuk tidak sekadar menggunakan teknologi, tetapi memahami sistem, membaca informasi berbasis data, melakukan verifikasi, serta mampu mengambil tindakan ketika diperlukan. Dalam konteks tersebut, teknologi tidak menggantikan peran manusia, tetapi mengubah bentuk kompetensi yang dibutuhkan manusia dalam sistem penerbangan.
Selain penguasaan teknologi, kompetensi pelayanan dan kompetensi global juga menjadi semakin penting. Transportasi udara merupakan bagian dari pelayanan publik sekaligus industri yang beroperasi berdasarkan standar internasional. Kemampuan berkomunikasi, beradaptasi, memahami standar internasional, dan bekerja dalam lingkungan lintas budaya menjadi bagian dari kompetensi profesional penerbangan masa depan.
Transformasi sumber daya manusia penerbangan juga berkaitan erat dengan perubahan komposisi generasi dalam organisasi. Dalam orasi ilmiahnya, Dr. Achmad Setiyo Prabowo menyampaikan bahwa sekitar 70 persen ASN di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara berasal dari Generasi Z dan Milenial. Kondisi tersebut menjadi peluang sekaligus tantangan dalam membangun sumber daya manusia penerbangan masa depan.
Generasi muda membawa karakter yang relatif dekat dengan perkembangan teknologi dan transformasi digital. Namun, perubahan komposisi generasi juga menuntut adanya proses transfer pengalaman dan tacit knowledge dari generasi sebelumnya kepada generasi baru. Karena itu, Pengembangan SDM penerbangan tidak hanya berfokus pada penguasaan teknologi. Pengalaman operasional, pembelajaran berkelanjutan, penguatan budaya keselamatan, serta kolaborasi antargenerasi menjadi bagian penting dalam proses membentuk profesional penerbangan.
Kondisi tersebut relevan dengan para lulusan PPI Curug Tahun 2026 yang akan menjadi bagian dari generasi baru insan transportasi Indonesia. Mereka akan memasuki lingkungan kerja yang terus berubah, dengan perkembangan teknologi, otomatisasi, digitalisasi, serta kebutuhan kompetensi yang semakin kompleks.
Orasi ilmiah tersebut juga menekankan perubahan paradigma pendidikan dan pengembangan SDM. Proses pembentukan profesional penerbangan tidak berhenti pada pendidikan dan sertifikasi, tetapi merupakan perjalanan yang mencakup talent identification, education, competency development, certification, operational experience, continuous learning, career development, hingga global professionalism.
Pendidikan penerbangan perlu terus mempertemukan kebutuhan regulator, lembaga pendidikan, industri, teknologi, dan penelitian. Lulusan tidak hanya perlu job-ready untuk memenuhi kebutuhan pekerjaan saat ini, tetapi juga future-ready agar mampu beradaptasi terhadap perubahan teknologi, regulasi, dan sistem kerja di masa mendatang.
Hal tersebut menjadi relevan bagi lulusan PPI Curug yang akan memasuki dua lingkungan profesional yang berbeda. Lulusan Pola Pembibitan akan melanjutkan perjalanan melalui penugasan pada berbagai instansi dan unit kerja Kementerian Perhubungan di sektor transportasi udara, sementara lulusan Jalur Mandiri akan memasuki dunia industri dan sektor profesional sesuai bidang kompetensinya. Kedua jalur tersebut membutuhkan kompetensi yang sama-sama kuat, kemampuan beradaptasi, profesionalisme, serta kesiapan untuk terus mengembangkan diri.
Menjadi Bagian dari Ekosistem Transportasi Nasional
Selain menjadi agenda akademik, Sidang Senat Terbuka Yudisium dan Wisuda juga menjadi momentum penguatan hubungan antara PPI Curug dan para lulusan melalui pemberian penghargaan, foto bersama, penyerahan Ikatan Alumni Curug (IAC), serta pembacaan ikrar alumni.
Para lulusan selanjutnya akan menjadi bagian dari ekosistem transportasi nasional, baik melalui penugasan di lingkungan Kementerian Perhubungan maupun melalui peran profesional di berbagai perusahaan dan sektor industri.
Dengan dikukuhkannya 200 lulusan Tahun 2026, PPI Curug kembali menambah tenaga profesional yang akan memasuki berbagai lini sektor transportasi. Sebagian akan menjalankan penugasan pada instansi dan unit kerja Kementerian Perhubungan di sektor transportasi udara, sementara sebagian lainnya telah dan akan memasuki dunia industri serta perusahaan sesuai bidang kompetensinya.
Dari Curug, para lulusan melanjutkan perjalanan ke berbagai wilayah dan ruang profesional di Indonesia. Dengan kompetensi yang diperoleh selama pendidikan serta kesiapan menghadapi perubahan, mereka menjadi bagian dari generasi baru insan transportasi yang akan mendukung keselamatan, pelayanan, konektivitas, dan perkembangan sektor transportasi Indonesia.
#MenghubungkanIndonesia
#HUT81KemerdekaanRI
#BijakBermobilitas
#SIPENCATAR2026
#PPICurug
#PROPRESTASI
#WispaCurug2026
Instagram: ppicurug.official
YouTube: ppicurug.official
TikTok: @ppic.official
Website : https://ppicurug.ac.id