1
Nomor : IP.201/1/17/PPIC/2026

Taruna PPI Curug Perkuat Wawasan Teknologi Satelit melalui Kunjungan Industri ke PT Pasifik Satelit Nusantara
Curug, 3 September 2026 — Taruna dan Taruni Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug Program Studi Teknik Navigasi Udara Angkatan 31 dan 32 melaksanakan kegiatan kunjungan industri ke PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) pada Kamis, 3 September 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya PPI Curug dalam memperkuat keterkaitan antara pembelajaran akademik dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri penerbangan.
Kunjungan industri tersebut memberikan kesempatan kepada para taruna dan taruni untuk memperoleh pengalaman pembelajaran secara langsung dari praktisi industri satelit, khususnya terkait teknologi satelit dan infrastruktur pendukungnya yang memiliki relevansi dengan perkembangan sistem navigasi dan komunikasi dalam dunia penerbangan.
Setibanya di lokasi, rombongan PPI Curug mengikuti proses administrasi dan prosedur keamanan melalui penukaran kartu identitas kampus dengan Visitor ID Card. Selanjutnya, para peserta diarahkan menuju ruang pembelajaran untuk mengikuti sesi edukasi yang dikemas melalui program “Kejar Asa”. Dalam sesi tersebut, para taruna dan taruni mendapatkan pemaparan mengenai dasar-dasar teknologi satelit, jenis dan kategorisasi satelit, sejarah PT Pasifik Satelit Nusantara, serta mekanisme dan prinsip kerja satelit. Materi juga dilengkapi dengan visualisasi proses peluncuran satelit dan pengenalan terhadap sejumlah satelit Indonesia, di antaranya Nusantara Satu, Nusantara Tiga, dan Nusantara Lima.
Pembelajaran berlangsung secara interaktif melalui diskusi antara peserta dengan para pemateri dari PSN. Taruna dan taruni mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan berbagai pertanyaan teknis, termasuk mengenai faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan maupun kegagalan suatu misi satelit. Diskusi tersebut menjadi ruang bagi peserta untuk memperluas pemahaman mengenai tantangan teknis dalam pengembangan dan pengoperasian teknologi satelit.
Setelah sesi pembelajaran di dalam kelas, kegiatan dilanjutkan dengan field trip ke area ground segment milik PSN. Para peserta berkesempatan mengamati secara langsung berbagai infrastruktur dan perangkat pendukung operasional satelit, termasuk antena berukuran besar yang digunakan dalam mendukung komunikasi dengan Satelit Nusantara Satu, Nusantara Tiga, dan Nusantara Lima.
Dalam kegiatan lapangan tersebut, peserta memperoleh penjelasan mengenai prinsip pancaran gelombang antena, fungsi masing-masing perangkat, serta pertimbangan teknis yang melatarbelakangi perbedaan bentuk, ukuran, dan konfigurasi antena. Pengalaman observasi secara langsung ini memberikan gambaran yang lebih konkret mengenai implementasi teknologi yang sebelumnya dipelajari secara teoritis di lingkungan pendidikan.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan waktu istirahat, salat, dan makan siang bersama. Pada sesi siang, para taruna dan taruni kembali mengikuti pembelajaran di dalam kelas melalui kegiatan evaluasi interaktif menggunakan platform Quizizz. Evaluasi tersebut digunakan untuk mengukur pemahaman peserta terhadap materi yang telah disampaikan sekaligus memperkuat proses pembelajaran melalui suasana yang kompetitif dan menyenangkan.
Tiga peserta dengan perolehan nilai tertinggi dalam kuis mendapatkan apresiasi berupa goodie bag eksklusif dari pihak PSN. Sebagai penutup rangkaian kegiatan, dilaksanakan pertukaran cenderamata antara PPI Curug dan PT Pasifik Satelit Nusantara sebagai bentuk apresiasi serta simbol hubungan kerja sama antara institusi pendidikan dan dunia industri. Pihak PSN juga memberikan bingkisan kepada seluruh taruna dan taruni PPI Curug yang mengikuti kegiatan.
Kegiatan kunjungan industri ini diharapkan dapat memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih kontekstual bagi taruna dan taruni PPI Curug, sekaligus memperluas wawasan mengenai perkembangan teknologi satelit dan infrastruktur komunikasi yang semakin berperan dalam ekosistem penerbangan modern.
Melalui kegiatan ini, PPI Curug terus mendorong terciptanya proses pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi serta memperkuat keterhubungan antara pendidikan, industri, dan kebutuhan sumber daya manusia penerbangan yang kompeten dan profesional.
#BijakBermobilitas
#MenghubungkanIndonesia
#SIPENCATAR2026
#PPICurug
#PROPRESTASI
Instagram: ppicurug.official
YouTube: ppicurug.official
TikTok: @ppic.official
]]>


Siaran Pers
Nomor: IP.201/1/16/PPIC/2026
PPI Curug Wisuda 128 Perwira Transportasi: Siap Mengabdi Untuk Negeri Dan Menghubungkan Nusantara
Curug, 27 Agustus 2026 — Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug kembali melepas generasi baru insan transportasi udara melalui Upacara Wisuda Perwira Transportasi Udara Tahun Akademik 2025/2026 yang digelar di Hanggar 1 PPI Curug, Kamis (27/8/2026).
Sebanyak 128 wisudawan dari lima program studi resmi dilantik menjadi Perwira Transportasi dengan mengusung tema “Perwira Transportasi Unggul, Mengabdi untuk Negeri, Menghubungkan Nusantara.” Momentum ini bukan sekadar penanda berakhirnya masa pendidikan, melainkan titik awal bagi para lulusan untuk mengabdikan kompetensi, integritas, dan profesionalismenya bagi kemajuan transportasi Indonesia.
Para lulusan berasal dari Program Studi Penerbang Sarjana Terapan Angkatan 8, Teknik Pesawat Udara Sarjana Terapan Angkatan 17, Teknik Navigasi Udara Sarjana Terapan Angkatan 30, Pertolongan Kecelakaan Pesawat Diploma III Angkatan 17, serta Operasi Bandar Udara Diploma III Angkatan 19A dan 19B.
Wisuda Bukan Akhir, Melainkan Awal Pengabdian
Dalam amanatnya, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDM Perhubungan), Bapak Suharto, ATD., M.M. menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan, melainkan awal bagi para lulusan untuk membuktikan kompetensi dan memberikan kontribusi nyata di dunia kerja.
“Tiga tahun, empat tahun adalah waktu yang singkat. Yang sebenarnya adalah bagaimana nanti Anda bisa berkiprah dalam dunia nyata, dalam dunia pekerjaan yang membutuhkan kompetensi,” ujarnya.
Menghadapi perkembangan teknologi dan dinamika industri penerbangan yang semakin kompleks, para lulusan dituntut untuk terus belajar, mampu beradaptasi, serta membangun kolaborasi. Menurutnya, tantangan transportasi tidak dapat diselesaikan secara individual, melainkan membutuhkan kekuatan bersama antara pemerintah, dunia pendidikan, industri, dan para profesional transportasi.
“Tidak ada yang namanya super power, tidak ada namanya Superman. Yang ada adalah super team. Oleh karena itu, kerja sama dan kolaborasi sangat dibutuhkan,” tegasnya.
Di atas seluruh kompetensi tersebut, ia menekankan pentingnya kerendahan hati, rasa hormat kepada orang tua dan keluarga, semangat untuk terus belajar, serta integritas dalam menjalankan setiap amanah. Para perwira diminta menjadikan ikrar yang telah diucapkan bukan sekadar bagian dari prosesi wisuda, tetapi sebagai komitmen yang dibawa sepanjang perjalanan pengabdian.
“Di manapun Anda bertugas, integritas itu harus selalu dijaga dengan baik, karena ikrar adalah merupakan janji Anda dengan Yang Maha Kuasa,” pesannya.
Pesan tersebut menjadi bekal moral bagi 128 perwira yang hari ini dilepas PPI Curug: kompetensi membuka jalan, kolaborasi memperkuat langkah, tetapi integritaslah yang menentukan nilai pengabdian.
Apresiasi bagi Lulusan Terbaik
Sebagai bentuk penghargaan atas prestasi dan keteladanan selama menjalani pendidikan, PPI Curug memberikan penghargaan kepada lulusan terbaik pada kelompok Sarjana Terapan dan Diploma III.
Kelompok Sarjana Terapan:
Kelompok Diploma III:
Menguatkan Kemitraan untuk Membangun SDM Transportasi
Perjalanan para lulusan menuju dunia profesional tidak berdiri sendiri. PPI Curug terus membangun kemitraan strategis untuk memastikan pendidikan vokasi memiliki keterhubungan yang kuat dengan kebutuhan industri sekaligus membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi masyarakat.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan dua Perjanjian Kerja Sama (PKS) oleh Direktur PPI Curug, Capt. Megi Hudi Helmiadi, yang disaksikan oleh Kepala BPSDM Perhubungan dan Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara.
Kerja sama pertama dengan PT Peruri Wira Timur mencakup layanan digital security dan legalitas dokumen akademik, termasuk ijazah dan sertifikat kompetensi. Kerja sama kedua dengan Yayasan Bina Taruna Indonesia Bumi Cendrawasih Semarang berfokus pada penyediaan beasiswa pendidikan tinggi bagi masyarakat Papua.
Kedua kerja sama tersebut merepresentasikan dua aspek penting dalam pembangunan sumber daya manusia: memastikan lulusan memiliki ekosistem profesional yang mendukung dan memastikan semakin banyak putra-putri daerah memperoleh kesempatan untuk menempuh pendidikan berkualitas.
Bagi PPI Curug, kemitraan bukan sekadar penandatanganan dokumen, melainkan upaya membangun ekosistem pendidikan yang saling terhubung antara lembaga pendidikan, pemerintah, industri, dan masyarakat.
Dari Kampus Menuju Dunia Industri
Penguatan kemitraan tersebut kemudian diwujudkan secara konkret melalui penyerahan lulusan kepada mitra industri, yang menjadi salah satu simbol penting dalam rangkaian wisuda.
Pada kesempatan tersebut, PT JAS Aero Engineering menerima tujuh lulusan Program Studi Teknik Pesawat Udara yang telah melalui proses seleksi pada 14 Juli–20 Agustus 2026. Penyerahan tersebut dilanjutkan dengan penandatanganan kontrak kerja secara simbolis oleh Muhammad Daffa.
Prosesi ini menandai perpindahan peran: dari peserta didik menjadi profesional. Pengetahuan dan keterampilan yang selama ini dibangun melalui pembelajaran, praktik, simulasi, dan pembentukan karakter di PPI Curug kini memasuki tahap pembuktian di dunia kerja.
Lebih dari sekadar penyerapan tenaga kerja, penyerahan lulusan merupakan bentuk kepercayaan industri terhadap kualitas sumber daya manusia yang dihasilkan PPI Curug. Pada saat yang sama, hal ini menjadi tanggung jawab bagi para lulusan untuk menjaga nama baik almamater melalui kinerja, profesionalisme, keselamatan, dan integritas.
Hubungan tersebut membentuk sebuah siklus yang berkelanjutan: pendidikan menyiapkan kompetensi, industri memberikan ruang pengabdian, dan pengalaman di lapangan menjadi masukan untuk terus memperkuat pendidikan.
Dengan demikian, keberhasilan PPI Curug tidak hanya diukur dari berapa banyak lulusan yang dihasilkan, tetapi juga dari seberapa jauh para lulusan mampu hadir dan memberikan nilai di tengah kebutuhan nyata sektor transportasi.
Menerima Generasi Baru, Melanjutkan Estafet
Jika penyerahan lulusan menjadi simbol perjalanan dari kampus menuju dunia profesional, maka penerimaan taruna baru menjadi simbol dimulainya perjalanan generasi berikutnya.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Administração de Aeroportos e Navegação Aérea de Timor-Leste, E.P. bersama FDCH Timor-Leste menyerahkan lima taruna Program Studi D-III Teknik Mekanikal Bandar Udara dan lima taruna Program Studi D-III Operasi Bandar Udara untuk menempuh pendidikan di PPI Curug.
Sementara itu, Yayasan Binterbusih Semarang menyerahkan dua taruna Program Studi D-III Pertolongan Kecelakaan Pesawat dan dua taruna Program Studi D-III Operasi Bandar Udara asal Papua.
Penerimaan taruna baru dari mitra merupakan wujud kepercayaan sekaligus amanah bagi PPI Curug. Mereka datang membawa harapan keluarga, daerah, dan institusi yang mempercayakan masa depan pendidikan mereka kepada PPI Curug.
Kehadiran taruna dari Timor-Leste dan Papua juga memperlihatkan bahwa pembangunan sumber daya manusia transportasi memiliki dimensi yang lebih luas. Konektivitas tidak hanya dibangun melalui bandar udara, pesawat, dan teknologi, tetapi terlebih dahulu melalui manusia yang memiliki kompetensi untuk mengoperasikan, menjaga, dan mengembangkan sistem transportasi tersebut.
Dari sinilah estafet pendidikan terus berjalan. Ketika satu generasi dilepas untuk mengabdi, generasi berikutnya datang untuk dipersiapkan.
Dari Curug untuk Nusantara
Semangat pengabdian tersebut turut divisualisasikan melalui atraksi flypass oleh mentor flight PPI Curug dengan dukungan PT JAS Aero Engineering.
Flypass bukan sekadar atraksi dalam rangkaian seremoni. Pergerakan pesawat yang melintas di atas Hanggar 1 merepresentasikan nilai-nilai yang menjadi fondasi penerbangan: kompetensi, disiplin, ketepatan, koordinasi, dan keselamatan.
Di balik sebuah penerbangan terdapat kerja kolektif dari berbagai insan transportasi. Setiap keputusan, koordinasi, dan prosedur memiliki peran dalam memastikan sebuah penerbangan berlangsung aman dan selamat.
Karena itu, flypass menjadi simbol perjalanan para lulusan PPI Curug—dari ruang pendidikan menuju ruang pengabdian, dari kompetensi menuju tanggung jawab, dan dari Curug menuju berbagai penjuru Nusantara.
Pesawat yang mengudara juga menjadi gambaran dari cita-cita besar transportasi Indonesia: menjangkau wilayah yang luas, memperkuat konektivitas antardaerah, membuka akses terhadap berbagai peluang, serta menghubungkan masyarakat melalui transportasi udara yang aman, selamat, dan andal.
Wisuda 128 Perwira Transportasi PPI Curug pada akhirnya bukan hanya tentang melepas sebuah angkatan. Momentum ini menggambarkan satu siklus besar pembangunan sumber daya manusia transportasi: lulusan dilepas menuju dunia profesional, kemitraan diperkuat untuk membuka ruang pengabdian, dan generasi baru diterima untuk melanjutkan proses pendidikan.
Rangkaian kegiatan juga diwarnai dengan yel-yel persembahan wisudawan, prosesi perwujudan tanda kesetiaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui penciuman Bendera Merah Putih yang diiringi lagu “Indonesia Pusaka”, serta Passing Out Parade yang mengantarkan para perwira melewati jajaran kehormatan pimpinan dan pimpinan program studi PPI Curug dengan iringan lagu “Auld Lang Syne”.
Kemeriahan dilengkapi dengan penampilan Tari Tabola Bole oleh para wisudawan dan atraksi Drum Corps Gema Cewama Eka Tayai, sebelum rangkaian kegiatan ditutup dengan pelepasan pet secara simbolis dan foto bersama sivitas akademika serta tamu undangan.
Dari Curug, para perwira akan melangkah menuju berbagai ruang pengabdian. Ada yang akan menerbangkan pesawat, menjaga kelaikudaraan, memastikan navigasi berlangsung aman, menangani keadaan darurat, dan mengelola operasional bandar udara. Masing-masing memiliki tugas yang berbeda, tetapi membawa tujuan yang sama: memberikan pelayanan transportasi yang aman, selamat, profesional, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Sementara itu, para taruna baru memulai langkahnya dari titik yang sama—membawa harapan keluarga, daerah, institusi, dan negara yang kelak akan mereka layani. Inilah visualisasi dari makna “Perwira Transportasi Unggul, Mengabdi untuk Negeri, Menghubungkan Nusantara.” Sebuah tema yang tidak berhenti sebagai slogan, tetapi menjadi panggilan untuk mengubah ilmu menjadi pengabdian, kompetensi menjadi kontribusi, dan pendidikan menjadi kekuatan bagi konektivitas Indonesia.
PPI Curug berkomitmen untuk terus mencetak sumber daya manusia transportasi yang unggul, kompeten, berintegritas, adaptif, dan berdaya saing—membangun manusia yang mampu menjaga keselamatan, menggerakkan konektivitas, dan membawa Indonesia semakin terhubung.
Dari Curug, untuk Indonesia. Dari kompetensi, menjadi pengabdian. Dari satu generasi, menuju generasi berikutnya.
#MenghubungkanIndonesia
#HUT81KemerdekaanRI
#BijakBermobilitas
#SIPENCATAR2026
#PPICurug
#PROPRESTASI
#WispaCurug2026
Instagram: ppicurug.official
YouTube: ppicurug.official
TikTok: @ppic.official
Website : https://ppicurug.ac.id
Nomor: IP.201/1/15/PPIC/2026
PPI Curug Kukuhkan Perwira Transportasi Unggul: Mengabdi Untuk Negeri, Menghubungkan Nusantara

Curug, 26 Agustus 2026 — Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug kembali menegaskan perannya dalam menyiapkan sumber daya manusia transportasi melalui Sidang Senat Terbuka Yudisium Program Diploma dan Wisuda Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Tahun 2026 yang diselenggarakan pada Rabu, 26 Agustus 2026.
Mengusung tema “Perwira Transportasi Unggul, Mengabdi untuk Negeri, Menghubungkan Nusantara”, kegiatan ini menjadi penanda selesainya proses pendidikan sekaligus dimulainya perjalanan profesional para lulusan di berbagai sektor transportasi.
Sebanyak 200 lulusan dikukuhkan, terdiri atas 127 yudisiawan Program Diploma dan 73 wisudawan Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Para lulusan berasal dari berbagai bidang kompetensi yang akan memperkuat ekosistem penerbangan dan transportasi nasional.
Dalam sambutan Direktur PPI Curug yang dibacakan oleh Wakil Direktur I PPI Curug, Dr. Dhian Supardam, S.E., M.M., disampaikan bahwa kelulusan merupakan awal dari penerapan kompetensi yang telah diperoleh selama proses pendidikan ke dalam dunia kerja dan pengabdian profesional.
“Wisuda bukanlah akhir dari sebuah perjalanan pendidikan. Wisuda adalah awal dari perjalanan pengabdian yang sesungguhnya.” – Wakil Direktur I PPI Curug
Pesan tersebut menegaskan bahwa kompetensi yang diperoleh selama pendidikan harus diwujudkan melalui pelaksanaan tugas, profesionalisme, integritas, dan tanggung jawab, khususnya dalam sektor transportasi yang menempatkan keselamatan dan pelayanan publik sebagai bagian penting dari penyelenggaraan layanan.
Lulusan yang Siap Bertugas di Berbagai Wilayah Indonesia
Bagi lulusan Program Diploma melalui Pola Pembibitan, kelulusan tahun ini menandai kesiapan mereka untuk memasuki dunia kerja sebagai bagian dari sumber daya manusia Kementerian Perhubungan di sektor transportasi udara.
Sesuai dengan pola penugasannya, para lulusan akan ditempatkan pada berbagai instansi dan unit kerja Kementerian Perhubungan yang menyelenggarakan pelayanan, pengawasan, dan operasional di bidang transportasi udara di berbagai wilayah Indonesia. Penempatan tersebut disesuaikan dengan bidang kompetensi dan kebutuhan organisasi. Sebagian lulusan akan menjalankan tugas pada unit penyelenggara bandar udara dan mendukung operasional transportasi udara di berbagai daerah. Lulusan lainnya akan mengisi kebutuhan sumber daya manusia pada berbagai unit kerja di lingkungan sektor transportasi udara sesuai dengan bidang dan kompetensi masing-masing.
Penempatan para lulusan di berbagai wilayah Indonesia menjadi bagian dari pemenuhan kebutuhan sumber daya manusia transportasi udara. Kompetensi yang diperoleh selama pendidikan akan diterapkan secara langsung dalam mendukung penyelenggaraan transportasi udara, mulai dari aspek operasional, keselamatan, keamanan, pengawasan, hingga pelayanan kepada masyarakat. Bagi lulusan Pola Pembibitan, kelulusan menjadi titik awal untuk memasuki lingkungan kerja dan menjalankan tugas sebagai bagian dari aparatur dan insan transportasi di lingkungan Kementerian Perhubungan.
Sementara itu, lulusan Program Diploma melalui Jalur Mandiri memasuki dunia kerja dengan bekal kompetensi akademik dan profesional yang telah diperoleh selama pendidikan. Sebagian lulusan telah diterima dan memulai langkah profesionalnya di berbagai perusahaan dan sektor industri. Sementara itu, lulusan lainnya memasuki pasar kerja sesuai dengan bidang kompetensi yang ditekuni.
Hal tersebut menunjukkan keterhubungan antara pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia kerja. Pendidikan tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang memiliki pengetahuan dan keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi, perubahan kebutuhan industri, serta dinamika sistem transportasi.
Transformasi Kompetensi untuk Ekosistem Penerbangan Masa Depan
Dalam orasi ilmiah yang disampaikan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Dr. Achmad Setiyo Prabowo, S.T., M.T., disampaikan bahwa transformasi kompetensi sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem penerbangan Indonesia yang selamat, unggul, adaptif, dan berdaya saing global.
Mengangkat tema “Transformasi Kompetensi Sumber Daya Manusia dalam Mewujudkan Ekosistem Penerbangan Indonesia yang Selamat, Unggul, Adaptif, dan Berdaya Saing Global”, Dr. Achmad Setiyo Prabowo menjelaskan bahwa perkembangan teknologi, otomatisasi, artificial intelligence, big data, digitalisasi, serta meningkatnya kompleksitas operasi penerbangan telah mengubah kebutuhan kompetensi sumber daya manusia.
Dalam ekosistem penerbangan modern, kompetensi tidak cukup hanya diukur dari kemampuan teknis. SDM penerbangan juga harus mampu memahami keselamatan sebagai sebuah sistem, mengelola faktor manusia, memanfaatkan teknologi dan data secara tepat, memberikan pelayanan yang berkualitas, serta mampu bekerja dalam lingkungan yang mengacu pada standar internasional.
Orasi ilmiah tersebut mengangkat gagasan One Aviation Competency Framework, yaitu kerangka pengembangan kompetensi yang menempatkan berbagai profesi penerbangan dalam satu ekosistem yang saling terhubung. Kerangka tersebut mencakup enam pilar utama, yaitu technical competency, safety competency, human factors competency, digital competency, service competency, dan global competency.
Kompetensi teknis tetap menjadi fondasi utama sesuai bidang profesi masing-masing. Namun, kompetensi tersebut perlu dilengkapi dengan kemampuan mengenali dan mengelola risiko, memahami human factors, memanfaatkan teknologi dan data, serta mengambil keputusan secara tepat dalam lingkungan operasional yang semakin kompleks.
Transformasi digital juga menuntut personel penerbangan untuk tidak sekadar menggunakan teknologi, tetapi memahami sistem, membaca informasi berbasis data, melakukan verifikasi, serta mampu mengambil tindakan ketika diperlukan. Dalam konteks tersebut, teknologi tidak menggantikan peran manusia, tetapi mengubah bentuk kompetensi yang dibutuhkan manusia dalam sistem penerbangan.
Selain penguasaan teknologi, kompetensi pelayanan dan kompetensi global juga menjadi semakin penting. Transportasi udara merupakan bagian dari pelayanan publik sekaligus industri yang beroperasi berdasarkan standar internasional. Kemampuan berkomunikasi, beradaptasi, memahami standar internasional, dan bekerja dalam lingkungan lintas budaya menjadi bagian dari kompetensi profesional penerbangan masa depan.
Transformasi sumber daya manusia penerbangan juga berkaitan erat dengan perubahan komposisi generasi dalam organisasi. Dalam orasi ilmiahnya, Dr. Achmad Setiyo Prabowo menyampaikan bahwa sekitar 70 persen ASN di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara berasal dari Generasi Z dan Milenial. Kondisi tersebut menjadi peluang sekaligus tantangan dalam membangun sumber daya manusia penerbangan masa depan.
Generasi muda membawa karakter yang relatif dekat dengan perkembangan teknologi dan transformasi digital. Namun, perubahan komposisi generasi juga menuntut adanya proses transfer pengalaman dan tacit knowledge dari generasi sebelumnya kepada generasi baru. Karena itu, Pengembangan SDM penerbangan tidak hanya berfokus pada penguasaan teknologi. Pengalaman operasional, pembelajaran berkelanjutan, penguatan budaya keselamatan, serta kolaborasi antargenerasi menjadi bagian penting dalam proses membentuk profesional penerbangan.
Kondisi tersebut relevan dengan para lulusan PPI Curug Tahun 2026 yang akan menjadi bagian dari generasi baru insan transportasi Indonesia. Mereka akan memasuki lingkungan kerja yang terus berubah, dengan perkembangan teknologi, otomatisasi, digitalisasi, serta kebutuhan kompetensi yang semakin kompleks.
Orasi ilmiah tersebut juga menekankan perubahan paradigma pendidikan dan pengembangan SDM. Proses pembentukan profesional penerbangan tidak berhenti pada pendidikan dan sertifikasi, tetapi merupakan perjalanan yang mencakup talent identification, education, competency development, certification, operational experience, continuous learning, career development, hingga global professionalism.
Pendidikan penerbangan perlu terus mempertemukan kebutuhan regulator, lembaga pendidikan, industri, teknologi, dan penelitian. Lulusan tidak hanya perlu job-ready untuk memenuhi kebutuhan pekerjaan saat ini, tetapi juga future-ready agar mampu beradaptasi terhadap perubahan teknologi, regulasi, dan sistem kerja di masa mendatang.
Hal tersebut menjadi relevan bagi lulusan PPI Curug yang akan memasuki dua lingkungan profesional yang berbeda. Lulusan Pola Pembibitan akan melanjutkan perjalanan melalui penugasan pada berbagai instansi dan unit kerja Kementerian Perhubungan di sektor transportasi udara, sementara lulusan Jalur Mandiri akan memasuki dunia industri dan sektor profesional sesuai bidang kompetensinya. Kedua jalur tersebut membutuhkan kompetensi yang sama-sama kuat, kemampuan beradaptasi, profesionalisme, serta kesiapan untuk terus mengembangkan diri.
Menjadi Bagian dari Ekosistem Transportasi Nasional
Selain menjadi agenda akademik, Sidang Senat Terbuka Yudisium dan Wisuda juga menjadi momentum penguatan hubungan antara PPI Curug dan para lulusan melalui pemberian penghargaan, foto bersama, penyerahan Ikatan Alumni Curug (IAC), serta pembacaan ikrar alumni.
Para lulusan selanjutnya akan menjadi bagian dari ekosistem transportasi nasional, baik melalui penugasan di lingkungan Kementerian Perhubungan maupun melalui peran profesional di berbagai perusahaan dan sektor industri.
Dengan dikukuhkannya 200 lulusan Tahun 2026, PPI Curug kembali menambah tenaga profesional yang akan memasuki berbagai lini sektor transportasi. Sebagian akan menjalankan penugasan pada instansi dan unit kerja Kementerian Perhubungan di sektor transportasi udara, sementara sebagian lainnya telah dan akan memasuki dunia industri serta perusahaan sesuai bidang kompetensinya.
Dari Curug, para lulusan melanjutkan perjalanan ke berbagai wilayah dan ruang profesional di Indonesia. Dengan kompetensi yang diperoleh selama pendidikan serta kesiapan menghadapi perubahan, mereka menjadi bagian dari generasi baru insan transportasi yang akan mendukung keselamatan, pelayanan, konektivitas, dan perkembangan sektor transportasi Indonesia.
#MenghubungkanIndonesia
#HUT81KemerdekaanRI
#BijakBermobilitas
#SIPENCATAR2026
#PPICurug
#PROPRESTASI
#WispaCurug2026
Instagram: ppicurug.official
YouTube: ppicurug.official
TikTok: @ppic.official
Website : https://ppicurug.ac.id
Nomor : IP.201/1/7/PPIC/2026
PPI Curug Siapkan SDM Kebandarudaraan Berkelas Dunia, Dukung Terwujudnya Smart Airport yang Aman dan Berkelanjutan
Tangerang, 30 Juli 2026 – Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug terus memperkuat komitmennya dalam menyiapkan sumber daya manusia penerbangan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi melalui penyelenggaraan Kuliah Umum bertajuk “Modernisasi Ekosistem Bandar Udara: Strategi Integrasi Teknologi Digital dan Infrastruktur Kelistrikan dalam Mewujudkan Smart Airport yang Berkelanjutan.” Kegiatan ini menghadirkan Airport Equipment Management Group Head PT Angkasa Pura Indonesia (Persero), Novel, S.S.T., M.M.Tr., serta
Kepala Subdirektorat Sistem Penyelenggaraan dan Pengusahaan Bandar Udara Direktorat Bandar Udara, Cece Tarya, ST., M.A sebagai narasumber. Kuliah umum yang dilaksanakan secara hybrid tersebut menjadi wadah bagi taruna, dosen, dan praktisi untuk memperdalam pemahaman mengenai transformasi bandar udara menuju konsep smart airport, yang mengintegrasikan teknologi digital, infrastruktur kelistrikan, proses bisnis, dan sumber daya manusia dalam menciptakan operasional bandar udara yang lebih aman, andal, efisien, serta berkelanjutan.
Direktur Politeknik Penerbangan Indonesia Curug yang diwakili Wakil Direktur III, Ahmad Kosasih, dalam sambutannya menyampaikan bahwa perkembangan teknologi telah mengubah wajah industri penerbangan secara signifikan. Bandar udara kini berkembang menjadi sebuah ekosistem modern yang mengandalkan digitalisasi, otomatisasi, dan sistem kelistrikan yang andal untuk memberikan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat.
“Transformasi tersebut menjadi fondasi dalam mewujudkan smart airport yang mampu memberikan pelayanan yang lebih aman, efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Oleh karena itu, PPI Curug terus berupaya menghadirkan Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan industri agar lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan perkembangan zaman,” ujar Wakil Direktur III.
Dalam pemaparannya, Novel menjelaskan bahwa pembangunan smart airport tidak hanya berfokus pada penerapan teknologi digital, tetapi juga pada integrasi People, Process, dan Premises. Ketiga elemen tersebut menjadi fondasi utama dalam membangun bandar udara yang mampu menjaga keandalan operasional, meningkatkan efisiensi energi, memperkuat aspek keselamatan dan keamanan, serta menghadirkan pelayanan terbaik bagi pengguna jasa transportasi udara.
Materi juga mengulas berbagai studi kasus gangguan sistem kelistrikan di sejumlah bandar udara internasional sebagai pembelajaran penting mengenai pentingnya sistem distribusi listrik yang memiliki redundansi, mekanisme perlindungan otomatis, serta kesiapan sumber daya manusia dalam menjaga keberlangsungan operasional bandar udara. Dengan sistem yang andal, potensi gangguan pelayanan kepada masyarakat dapat diminimalkan sehingga aktivitas transportasi udara tetap berjalan secara aman dan lancar.
Bagi masyarakat, transformasi menuju smart airport memberikan manfaat yang nyata. Keandalan infrastruktur kelistrikan dan pemanfaatan teknologi digital akan mendukung operasional penerbangan yang lebih stabil, mengurangi risiko gangguan layanan, meningkatkan ketepatan waktu penerbangan, memperkuat keselamatan operasional, serta menciptakan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman bagi seluruh pengguna jasa bandar udara. Selain itu, penerapan konsep berkelanjutan juga mendorong efisiensi energi dan pengelolaan lingkungan yang lebih baik sebagai bagian dari pembangunan transportasi udara yang ramah lingkungan.
Melalui kuliah umum ini, PPI Curug tidak hanya memperkaya wawasan akademik para taruna, tetapi juga memperkuat sinergi dengan industri penerbangan dalam menghasilkan lulusan yang mampu menjawab tantangan transformasi kebandarudaraan nasional. Kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri diharapkan mampu melahirkan tenaga profesional yang siap mendukung modernisasi bandar udara Indonesia sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat melalui layanan transportasi udara yang semakin berkualitas, aman, dan berkelanjutan.
Sebagai institusi pendidikan tinggi vokasi di bawah Kementerian Perhubungan, PPI Curug akan terus menghadirkan berbagai program pembelajaran yang selaras dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri, sehingga mampu berkontribusi dalam mewujudkan sistem transportasi udara Indonesia yang maju, berdaya saing global, dan berorientasi pada pelayanan publik.
#PPICurug
#SalamPROPRESTASI
#KuliahUmum
#PendidikanVokasi
#TransportasiMaju
#IndonesiaMaju
Instagram : ppicurug.official
Youtube : ppicurug.official
Tiktok : @ppic.official
]]>
Nomor : IP.201/1/4/PPIC/2026
Taruna PPI Curug Sukseskan Rangkaian Dies Natalis Ke-74 Melalui Semangat Kolaborasi dan Inovasi
Tangerang, 26 Juli 2026 – Peringatan Dies Natalis ke-74 PPI Curug tidak hanya menjadi momentum refleksi perjalanan institusi, tetapi juga menjadi wadah bagi para taruna untuk mengembangkan kepemimpinan, profesionalisme, dan kemampuan berkolaborasi melalui peran aktif sebagai penyelenggara seluruh rangkaian kegiatan.
Melalui seluruh rangkaian kegiatan tersebut, para taruna tidak hanya berperan sebagai peserta, tetapi juga sebagai penyelenggara yang mengoordinasikan berbagai agenda, berkolaborasi dengan berbagai pihak, serta memastikan setiap kegiatan berjalan dengan baik. Pengalaman ini menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter, profesionalisme, serta kompetensi kepemimpinan yang akan mereka bawa saat memasuki dunia kerja di sektor transportasi.
Sebagai penggerak utama Dies Natalis ke-74, para taruna PPI Curug menginisiasi dan menyelenggarakan berbagai kegiatan yang memperkuat nilai akademik, sosial, dan kebersamaan. Rangkaian kegiatan meliputi donor darah, lomba antarpegawai dan taruna, seminar internasional Building a Greener Future for Air Transport: Sustainable Transportation in Aviation, Cemawa Research Competition, PIECO Story Telling, serta kegiatan pengabdian masyarakat melalui volunteer: Mengajar Bersama Jendela Jakarta.
PPI Curug menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh sponsor, narasumber, pemateri, dewan juri, mitra strategis, alumni, civitas akademika, serta masyarakat yang telah memberikan dukungan dan berpartisipasi dalam menyukseskan rangkaian Dies Natalis ke-74. Kolaborasi dan sinergi seluruh pihak menjadi bagian penting dalam mewujudkan kegiatan yang memberikan manfaat bagi dunia pendidikan, masyarakat, dan kemajuan sektor transportasi udara.
Melalui semangat kebersamaan tersebut, PPI Curug berkomitmen untuk terus mencetak sumber daya manusia transportasi udara yang profesional, berkarakter, inovatif, dan berdaya saing global, sekaligus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung kemajuan industri penerbangan nasional.
#PPICurug
#SalamPROPRESTASI
#BPSDMP
#DiesNatalis
#PendidikanVokasi
#TransportasiMaju
#IndonesiaMaju
Instagram : ppicurug.official
Youtube : ppicurug.official
Tiktok : @ppic.official
Website : https://ppicurug.ac.id
]]>
Siaran Pers
Nomor : IP.201/1/2/PPIC/2026
*Taruna PPI Curug Ikuti Public Lecture World Class Customer Experience Bersama Praktisi Industri Penerbangan*
Tangerang, 22 Juli 2026 — Politeknik Penerbangan Indonesia Curug kembali menggelar kegiatan public lecture sebagai upaya meningkatkan kompetensi taruna dalam memberikan pelayanan berstandar internasional di sektor transportasi. Kegiatan ini menghadirkan General Manager Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta serta Deputy Chairman Indonesia Aviation Association sebagai narasumber yang berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam membangun pelayanan yang berorientasi pada pelanggan.
Public lecture mengusung tema “World Class Customer Experience”. Kegiatan menghadirkan praktisi industri yang membahas pentingnya pelayanan prima dalam sektor transportasi. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen PPI Curug dalam mencetak SDM transportasi yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada kepuasan pengguna jasa.
Kegiatan Ini juga turut menjadi wadah bagi taruna untuk memperoleh wawasan mengenai pentingnya menghadirkan customer experience yang unggul sebagai salah satu faktor utama dalam meningkatkan daya saing industri transportasi nasional.
Selain kompetensi teknis, taruna PPI Curug sebagai insan transportasi juga dituntut memiliki kemampuan komunikasi, empati, profesionalisme, serta budaya pelayanan yang mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kepuasan pengguna jasa. “Kami berharap kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dalam pengembangan kompetensi sumber daya manusia penerbangan Indonesia” ujar Suharto – Kepala BPSDMP.
#Publiclecture
#SalamPROPRESTASI
#PendidikanVokasi
#TransportasiMaju
#IndonesiaMaju
Instagram : ppicurug.official
Youtube : ppicurug.official
Tiktok : @ppic.official
website : https://ppicurug.ac.id
]]>